Linux #19: Swap Space
Sebenernya, apa si itu swap space? Kalo analoginya si begini, misalnya kita kerja dikantoran, nah meja kerja kita udah banyak tumpukan tugas yang mesti dikerjakan, sehingga kalo ada berkas baru lagi gabakal muat, alhasil dibuat lah ruang berkas, jadi berkas-berkas yang ada di meja kerja kita ga terlalu penuh.
Begitulah analoginya, swap itu kayak memori cadangan.
Lalu, cara membuat memori swap ada dua cara, yakni dengan menggunakan partisi, dan menggunakan folder atau file biasa
Cara Pertama
Yang pertama, saya akan menjelaskan bagaimana caranya membuat memori swap yang menggunakan partisi.
Caranya:
Yang Pertama
Tentukan partisi yang akan anda jadikan memori swap.

Saya akan menjadi kan partisi sdb3 saya menjadi memori swap.
Bagaimana caranya?
mkswap /dev/sdb3
Lalu, untuk menyalakannya
swapon /dev/sdb3

Terlihat kan bedanya?
lalu, kalian bisa cek apakah sudah berfungsi di
free -mt

Lalu, jika kalian ingin memantenkan(membuat permanen) saat restart pun langsung muncul, jadi kita ga nyalain setiap kita nyalain pc kita.
Caranya:
nano /etc/fstab
Tambahkan
/dev/sdb3 swap swap defaults 0 0

Sesuaikan dengan partisi yang kalian miliki
Cara Kedua
Yang kedua, kita menggunakan file untuk memori swap.
Caranya:
Yang Pertama
dd if=/dev/zero of=/root/myswapfile bs=1M count=1024
nama setelah /root/myswapfile (ini bebas)
Yang Kedua
Yang kedua kita ganti permissionnya menjadi
chmod 600 /root/myswapfile
Yang Ketiga
Sama seperti cara yang pertama
mkswap /root/myswapfile
lalu
swapon /root/myswapfile
Setelah udah, lalu kita ingin patenkan seperti cara yang pertama, caranya pun juga sama
nano /etc/fstab
lalu tambahkan
/root/myswapfile swap swap defaults 0 0
Terima Kasih
Mungkin itu yang dapat saya tulis kali ini, sebagaimana biasanya, kritik & saran sangat diperlukan dalam tulisan saya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya. Jadi, kalian bisa hubungi saya lewat Twitter, Instagram yang tertera dibagian paling bawah web saya, atau di menu kritik & saran yang berada dipojok kanan atas web saya.
Terima Kasih.
Muhammad Dhia Ul Haq was born in Jakarta, Indonesia. And now live in Yogyakarta

