Dhia Ul Haq

Linux #16: Logical Volume Manager (LVM)

Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang LVM. Apa itu LVM? LVM adalah kependekan dari Logical Volume Manager. Jelasnya, LVM adalah metode alokasi ruang penyimpanan pada media penyimpanan yang lebih fleksibel dari partisi konvensional. LVM merupakan satu bentuk lain dari penyimpanan virtualisasi.

Secara umum LVM memungkinkan kita untuk menggabungkan atau mengkombinasikan beberapa partisi dan atau disk menjadi satu buah Logical Volume yang lebih besar yang kemudian memungkinkan untuk diubah, digabung dan atau dipindah dalam kondisi sedang digunakan. Artinya tidak diperlukan downtime untuk menambah atau mengurangi kapasitas penyimpanan. Hal ini bermanfaat karena tidak mengganggu proses operasional yang sedang berjalan. Logical Volume Management (LVM) adalah pilihan manajemen disk yang hampir ada pada setiap distro Linux. Source.

Langsung aja ke tutorialnya

Warning!

Kalau kita ingin melakukannya di laptop kita sendiri, tanpa menggunakan virtual-box atau semacamnya, saya sarankan untuk membackup data yang kalian miliki terlebih dahulu, karen bisajadi kalau salah langkah, akibatnya akan fatal, data-data yang kalian miliki mungkin akan hilang.

Yang Pertama

Sama seperti potingan sebelumnya, kalau kita belum buat partisi, kita buat dulu, penjelasannya ada di postingan tersebut. Jika sudah, kita tinggal mengganti jenis partisinya dari ext2/ext3/ext4 (tergantung punya kalian) ke LVM.

Yang Kedua

Kalo kita udah punya partisi yang pengen kita ubah, kita tinggal ubah aja, caranya begini:

fdisk /dev/sdb(sesuaikan dengan nama device kalian), lalu ikuti yang ada dibawah ini

Command (m for help): t
Partition number (1,2, default 2): 
Partition type (type L to list all types): 8e(ini kode lvm)

Changed type of partition 'Linux' to 'Linux LVM'.

Command (m for help): t
Partition number (1,2, default 2): 1
Partition type (type L to list all types): 8e

Changed type of partition 'Linux' to 'Linux LVM'.

Command (m for help): w (ini untuk save)

The partition table has been altered.
Calling ioctl() to re-read partition table.
Syncing disks.
Yang Ketiga

Langsung saja kita langsung buat Physical Volume dengan cara

pvcreate /dev/sdb1 /dev/sdb2

Sesuaikan degan device yang ingin kalian jadikan LVM, karena saya ingin menjadikan sdb1 & 2, maka saya tulis seperti itu. Setelah kita ketik itu, maka akan keluar output seperti ini:

Placeholder

Setelah itu, coba kita ketikkan

pvdisplay

maka akan keluar output seperti ini:

Placeholder

Yang Keempat

Selanjutnya kita membuat volume group

vgcreate tinydata(ini bebas, sesuaikan dengan keinginan kalian mau dinamain apa) /dev/sdb1 /dev/sdb2 (sesuaikan sepeti biasa)

Maka akan keluar output seperti ini:

Placeholder

Yang Kelima

Lalu, kita buat logical volume, disini saya membuat dengan nama tinydata. Caranya seperti ini:

lvcreate --name logical-tiny --size 300M tinydata

Placeholder

Yang Kelima

Tanpa filesystem di logical volume, kita gabisa simpen apapun didalamnya. Maka kita buat, dengan cara seperti ini:

mkfs -t ext4 /dev/tinydata/logical-tiny

Placeholder

Yang Keenam

Sekarang, saya kan mount logical volumenya. Saya akan mount di /mnt/teeny(namanya bebas), maka kita buat folder dulu didalamnya

mkdir /mnt/teeny

atau bisa juga, kalian masuk kedalam folder /mnt/ dan mkdir didalamnya.

Lalu, kita mount dengan cara:

mount /dev/tinydata/logical-tiny /mnt/teeny/

Sesuaikan dengan yang kalian buat.

Lalu jalankan

df -h

Terima Kasih

Mungkin itu yang dapat saya tulis kali ini, sebagaimana biasanya, kritik & saran sangat diperlukan dalam tulisan saya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya. Jadi, kalian bisa hubungi saya lewat Twitter, Instagram yang tertera dibagian paling bawah web saya, atau di menu kritik & saran yang berada dipojok kanan atas web saya.

Terima Kasih.


Muhammad Dhia Ul Haq was born in Jakarta, Indonesia. And now live in Yogyakarta